-)"/> alhamdulillah...Sebuah rencana yang telah tertata, mencoba untuk beralih profesi dari seorang translator yang hanya berada di balik layar monitor
-"/> menjadi seorang dosen yang harus berada di depan kelas berbagi ilmu dan menjelaskan materi bahan ajar
:P"/>Tiba saat diberitahukan dimana aku akan ditempatkan. Dan... institusi itu memintaku untuk mengkoordinir STIKES di tiga kota, Surabaya, Mojokerto dan Jombang. Sebuah tantangan yang menyenangkan tentu saja, tapi di sisi yang lain ada pendar kesedihan. Dengan kapasitas diriku yang memiliki waktu 24 jam sehari, rasanya tidak mungkin aku kuat menjalani itu. Dalam seminggu aku harus mondar-mandir di tiga kota, Surabaya-Mojokerto dan Jombang. Ada sedikit rasa bangga karena dipercaya untuk mengkoordinir institusi di tiga kota itu. Namun, aku juga harus sadar diri, fisikku yang mudah capek membuatku harus berpikir ulang untuk mengambil sebuah keputusan, take it or leave it.
Sebuah sms masuk ba'da Isya', sebuah saran dari seorang yang aku hormati dan aku sayangi, beliau menyarankan agar aku tetap berada di posisiku yang sekarang, menjadi seorang penerjemah di Universitas Airlangga Surabaya dengan salah satu pertimbangan kekhawatirannya akan kesehatanku nanti jikalau aku harus mondar-mandir di tiga kota dalam seminggu

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, seketika hati ini menemukan kemantapan untuk membuat sebuah pilihan, and I'll leave it. Kembali kumpulkan tenaga dan semangat untuk memberikan persembahan yang terbaik, wherever... whenever... whoever...









2 Comments:
"Selamat ya Nim.
Jadi calon dosen.
KK dah ga jadi dosen lagi, abis, murid2nya nakal. kk kabur aja...:D"
"Pilihan yang sulit ya...Hnim lebih tahu kondisi Hanim. Saya yakin Hnim tahu yang terbaik buat Hnim. Mudah-mudahan Hnim tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Dipikir baik-baik. dan jangan lupa minta petunjuk Allah. Mudah-mudahan diberi yang terbaik."
Post a Comment
<< Home